Langsung ke konten

Manifesto

Semuanya bermula karena kami tidak bisa makan bersama.

Makan bermula saat COVID. Aku tidak bisa bertemu teman-teman, jadi beberapa dari kami membuat shared story di Snapchat untuk tetap terhubung. Kami memposting foto makan malam, sarapan, nasi bungkus, apa pun yang sedang dimakan. Tanpa direncanakan, anggotanya tumbuh menjadi lebih dari 300 orang. Saat kamu tidak bisa berbagi meja, foto makanan itu menjadi mejanya.

Itu enam tahun lalu. Sejak saat itu kami sudah saling mengirim ribuan makanan. Pada satu titik, semuanya berhenti terasa seperti story dan mulai terasa seperti catatan hidup. Jadi kami membuat aplikasi untuknya.

Kebanyakan aplikasi makanan sibuk membantu memilih tempat berikutnya. Restoran diberi peringkat dan nilai. Pendapat seribu orang asing diringkas menjadi satu angka dari lima. Setahun berlalu, kamu punya daftar tempat yang pernah dikunjungi, tetapi sama sekali tidak bisa mengingat apa yang kamu makan di sana.

Makan adalah kebalikannya. Ini catatan tentang apa yang kamu makan.

Makananmu bukan sekadar konten. Pilih Public atau Friends Only saat memposting. Ini jurnal makanan yang mengingat apa yang biasanya akan terlupakan.

Makanan yang masih kamu ingat lima tahun lagi mungkin bukan tempat yang sedang ramai minggu ini. Mungkin makan malam buatanmu sendiri jam sebelas hari Selasa lalu. Mungkin restoran kecil yang tidak dikenal orang lain. Makanan yang berarti mengalahkan makanan yang tren. Makan dibuat untuk itu.

Ada beberapa hal yang tidak akan kami lakukan, karena itu akan menghilangkan inti dari Makan.

Satu makanan bukan 4,2 dari 5.

Tidak ada bintang atau rata-rata yang menentukan mana yang enak. Satu-satunya peringkat di Makan adalah milikmu sendiri: makananmu dibandingkan satu sama lain sampai urutannya terasa benar. Nomor tiga sepanjang masamu mungkin masakan yang dibuat ibumu saat kamu kecil. Itu lebih berarti daripada nilai 4,6 dari orang-orang yang tidak ada di sana.

Feed-mu tidak diurutkan berdasarkan popularitas.

Temanmu muncul sesuai urutan mereka memposting. Ada feed Public jika kamu ingin melihat lebih jauh, dan urutannya tetap sama. Tidak ada yang memotong antrean karena punya lebih banyak like.

Restoran tidak bisa membayar untuk masuk ke feed-mu.

Kalau kamu melihat sebuah tempat di Makan, itu karena seseorang makan di sana dan ingin mengingatnya.

Catatanmu tetap milikmu.

Kami menyimpannya untukmu. Kamu bisa menghapusnya kapan saja.

Dan satu hal lagi, yang terasa makin penting setiap tahun.

AI belum pernah mencicipi makanan.

AI tidak bisa mencium aroma, mengunyah, atau mengingat rasanya lapar saat kecil. Jadi AI tidak akan menulis makananmu, membuat resepmu, atau menebak isi piring dari foto. Alasan sebuah makanan pantas diingat adalah karena kamu yang mencicipinya. AI tidak pernah.

Makan membantumu mengingat bagaimana kamu menjalani hidup lewat makanan. Makan malam hari Selasa. Makan siang di warung tepi pantai yang berlangsung empat jam. Nasi goreng abang-abang jam dua pagi. Pertama kali seseorang benar-benar memasak untukmu. Sarapan sendirian keesokan paginya. Makanan pertama di tempat tinggal baru. Semuanya tersimpan bersama cerita di sekitarnya: apa yang kamu makan dan siapa yang bersamamu.

Kamu ingat siapa yang ada di meja. Kamu tidak pernah ingat apa yang sebenarnya dimakan. Itulah ruang yang diisi Makan.

Kalau kamu pernah mencoba mengingat satu makanan dan tidak berhasil, kamu akan mengerti.